Apa Itu Litecoin (LTC)?
Daftar Konten
Pendahuluan
Apa itu Litecoin (LTC)?
Bagaimana cara kerja Litecoin?
Kegunaan Litecoin
Bagaimana cara membeli Litecoin di Binance?
Penutup
Apa Itu Litecoin (LTC)?
BerandaArtikel
Apa Itu Litecoin (LTC)?

Apa Itu Litecoin (LTC)?

Pemula
Published Dec 7, 2021Updated Jan 6, 2022
5m

TL;DR

Litecoin (LTC) adalah altcoin yang dibentuk pada tahun 2011 oleh mantan insinyur Google, yaitu Charlie Lee. Tujuannya adalah menjadi versi ringan (lite) dari Bitcoin yang memungkinkan pembayaran yang hampir instan dan berbiaya rendah. Litecoin mengadopsi kode dan fitur tertentu dari Bitcoin dalam blockchain-nya, tetapi memprioritaskan kecepatan konfirmasi transaksi untuk memfasilitasi transaksi per detik (TPS) yang lebih tinggi dan waktu pembuatan blok yang lebih singkat.

Karena kemiripannya dengan Bitcoin, bitcoin Litecoin telah digunakan sebagai tempat pengujian bagi pengembang untuk bereksperimen dengan teknologi yang ingin mereka kembangkan di Bitcoin. Misalnya, Segregated Witness (SegWit) and Lightning Network dijalankan di bitcoin Litecoin sebelum Bitcoin.

Litecoin memiliki total pasokan sebesar 84 juta. Seperti Bitcoin, Litecoin memiliki sifat deflasioner dan melakukan halving setiap 840.000 blok (sekitar setiap 4 tahun). Halving berikutnya diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus 2023. Litecoin dapat dibeli di berbagai bursa mata uang kripto, termasuk Binance. 


Pendahuluan

Litecoin (LTC) adalah salah satu altcoin tertua yang ada di pasar. Saat pertama kali diperkenalkan pada tahun 2011, Litecoin dijuluki sebagai “versi perak dari emas bitcoin” karena blockchain-nya sangat didasarkan pada kode Bitcoin. Meskipun beberapa investor kripto menilai Bitcoin sebagai penyimpan nilai yang bagus, Litecoin sering kali dianggap sebagai pilihan yang lebih baik untuk pembayaran peer-to-peer karena waktu konfirmasi yang singkat dan biaya transaksi yang rendah.


Apa itu Litecoin (LTC)?

Litecoin (LTC) adalah salah satu altcoin pertama. Litecoin dibuat oleh mantan insinyur Google Charlie Lee pada tahun 2011 dan blockchain-nya dikembangkan oleh kode sumber terbuka milik Bitcoin. Namun, Litecoin memperkenalkan modifikasi tertentu, seperti laju pembuatan blok yang lebih cepat dan algoritme mining Proof of Work (PoW) yang berbeda yang disebut Scrypt. 

Litecoin memiliki total pasokan yang terbatas sebesar 84 juta. Seperti Bitcoin, Litecoin dapat diperoleh dari mining dan memiliki mekanisme halving yang terjadi setiap 840.000 blok (sekitar 4 tahun). Halving LTC terakhir adalah pada bulan Agustus 2019. Setelah halving, reward blok berubah dari 25 LTC menjadi 12,5 LTC. Halving berikutnya diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus 2023.


Bagaimana cara kerja Litecoin?

Sebagai Bitcoin versi yang dimodifikasi, Litecoin dirancang untuk memfasilitasi transaksi yang lebih murah dan lebih efisien daripada jaringan Bitcoin. Seperti Bitcoin, Litecoin mengadopsi mekanisme Proof of Work untuk memungkinkan miner mendapatkan koin baru dengan menambahkan blok ke blockchain. Namun, Litecoin tidak menggunakan algoritme SHA-256 milik Bitcoin. Sebagai gantinya, LTC menggunakan Scrypt, yaitu algoritme hashing yang dapat menghasilkan blok baru setiap sekitar 2,5 menit, sedangkan waktu konfirmasi blok Bitcoin memerlukan waktu rata-rata 10 menit. 

Scrypt awalnya dikembangkan oleh tim pengembangan Litecoin untuk mengembangkan ekosistem mining terdesentralisasi sendiri yang terpisah dari sistem Bitcoin dan membuat serangan terhadap LTC menjadi 51% lebih sulit. Di masa-masa awal, Scrypt memungkinkan mining yang lebih mudah diakses bagi mereka yang menggunakan kartu GPU dan CPU tradisional. Tujuannya adalah untuk mencegah miner ASIC mendominasi mining LTC. Namun, para miner ASIC kemudian berkembang untuk melakukan mining LTC secara efisien, sehingga menyebabkan mining GPU dan CPU menjadi usang.
Karena Bitcoin dan Litecoin mirip, Litecoin sering kali digunakan sebagai “tempat pengujian” bagi pengembang untuk bereksperimen dengan teknologi blockchain yang akan diadopsi di Bitcoin. Misalnya, Segregated Witness (SegWit) diadopsi di Litecoin sebelum Bitcoin pada tahun 2017. SegWit, yang diajukan untuk Bitcoin pada tahun 2015, bertujuan untuk menskalakan blockchain dengan memisahkan tanda tangan digital dari setiap transaksi agar dapat memanfaatkan ruang yang terbatas pada sebuah blok dengan lebih baik. Hal ini memungkinkan blockchain untuk memproses lebih banyak transaksi per detik (TPS).
Solusi penskalaan lainnya, yaitu Lightning Network, juga diimplementasikan di Litecoin sebelum Bitcoin. Lightning Network adalah salah satu komponen utama yang membuat transaksi Litecoin menjadi lebih efisien. Solusi ini merupakan protokol lapisan 2 yang dibuat di atas blockchain Litecoin. Lightning Network terdiri dari saluran pembayaran mikro yang dihasilkan oleh pengguna, sehingga memungkinkan biaya transaksi yang lebih rendah.
Selain itu, Litecoin bertujuan untuk mengatasi masalah privasi transaksi dengan mengadopsi protokol berorientasi privasi yang disebut MimbleWimble Extension Block (MWEB). Namanya berasal dari mantra pengikat lidah dari buku Harry Potter yang mencegah korban mengungkapkan informasi. Sama seperti mantra tersebut, MimbleWimble memungkinkan informasi transaksi, termasuk alamat pengirim dan penerima serta jumlah yang dikirim, untuk tetap bersifat anonim sepenuhnya. Di saat yang sama, MWEB menghilangkan informasi transaksi yang tidak diperlukan dan ukuran blok menjadi lebih ringkas dan dapat diskalakan. Per bulan Desember 2021, protokol MWEB Litecoin masih dalam pengembangan.


Kegunaan Litecoin

Sebagai salah satu altcoin pertama, Litecoin menyempurnakan kode Bitcoin untuk meningkatkan skalabilitasnya demi transaksi yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah. Meskipun tidak dapat bersaing dengan Bitcoin dalam segi kapitalisasi pasar, Litecoin memiliki keunggulan kompetitif sebagai sistem pembayaran peer-to-peer. Bahkan, Litecoin Foundation mengumumkan pada bulan November 2021 bahwa LTC dapat digunakan sebagai metode pembayaran melalui kartu debit VISA Litecoin dengan mengonversi LTC menjadi USD secara real-time. Selain itu, bisnis tertentu telah menambahkan Litecoin sebagai metode pembayaran yang berkisar dari perusahaan perjalanan, toserba, agen properti, dan toko online. 

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah rilis MimbleWimble yang sangat dinantikan di jaringan Litecoin. MimbleWimble bukan hanya dapat mengaburkan alamat dompet dalam sebuah transaksi, melainkan juga dapat berpotensi menggandakan TPS Litecoin. Jika berhasil diimplementasikan, peningkatan ini dapat meningkatkan privasi dan kesepadanan transaksi LTC lebih jauh lagi. Namun, tidak ada tanggal perilisan yang ditetapkan di mainnet per bulan Desember 2021.


Bagaimana cara membeli Litecoin di Binance?

Anda dapat membeli Litecoin dari bursa kripto, seperti Binance

1. Masuk ke akun Binance Anda, lalu buka [Dagang]. Pilih mode perdagangan [Klasik] atau [Lanjutan] untuk memulai. Dalam tutorial ini, kita akan memilih [Klasik].

2. Berikutnya, ketik “LTC” di bilah pencarian untuk melihat daftar pasangan dagang yang tersedia di Binance. Kita akan menggunakan LTC/BUSD sebagai contoh.


3. Dalam [Spot], pilih jenis order, lalu masukkan jumlah yang ingin dibeli. Klik [Buy LTC] (Beli LTC) untuk memasang order, lalu Anda akan melihat LTC yang dibeli di Dompet Spot.



Penutup

Litecoin telah menunjukkan upaya pengembangan berkelanjutan untuk menjadi “versi perak dari emas bitcoin” sejak debutnya pada tahun 2011. Meskipun tidak sepopuler Bitcoin atau Ethereum (ETH) dalam segi kapitalisasi pasar, komunitas Litecoin mengharapkan pengembangan lebih jauh yang dapat menghadirkan fitur dan kegunaan yang ditingkatkan.

Explore all of of our content