Skema Piramida dan Ponzi
Daftar Isi
Pendahuluan
Apa itu skema Ponzi?
Apa itu skema piramida?
Ponzi vs. piramida
Cara melindungi diri
Apakah Bitcoin merupakan skema piramida?
Skema Piramida dan Ponzi
Beranda
Artikel
Skema Piramida dan Ponzi

Skema Piramida dan Ponzi

Pemula
Diterbitkan Nov 28, 2018Diperbarui Aug 29, 2022
5m

Pendahuluan

Sebagian besar individu yang berinvestasi dalam Bitcoin – atau yang berpartisipasi dalam acara Penawaran Koin Perdana (ICO) – biasanya mengkhawatirkan dua hal. Pertama, Pengembalian Investasi (ROI) atau laba yang akhirnya akan dihasilkan dari investasi awal. Kedua, terdapat kekhawatiran yang berkaitan dengan risiko investasi. Ketika risikonya terlalu tinggi, investor cenderung kehilangan investasi awal mereka (sebagian atau seluruhnya), sehingga menyebabkan ROI negatif.

Tentu saja, setiap investasi mengandung risiko tertentu. Namun, risiko ini meningkat pesat ketika investor terlibat dalam skema Ponzi atau piramida yang ilegal di sebagian besar negara. Itulah mengapa kemampuan untuk mengidentifikasi skema ini dan memahami cara kerjanya sangatlah penting.


Apa itu skema Ponzi?

Nama skema Ponzi berasal dari Charles Ponzi, penipu asal Italia yang pindah ke Amerika Utara dan menjadi ternama karena sistem penghasil uangnya yang menipu banyak orang. Pada awal tahun 1920-an, Ponzi berhasil menipu ratusan korban dan skemanya yang berlangsung selama lebih dari setahun. Pada dasarnya, skema Ponzi adalah scam investasi yang beroperasi dengan membayar investor lama menggunakan uang yang dipungut dari investor baru. Masalah dengan skema tersebut adalah investor yang masuk di akhir tidak akan mendapat bayaran sama sekali.

Skema Ponzi yang beroperasi akan tampak seperti berikut: 

  1. Promotor peluang investasi mengambil $1.000 dari investor. Dia berjanji untuk melunasi nilai awal beserta dengan bunga 10% pada akhir periode yang ditentukan (misalnya, 90 hari). 

  2. Promotor mampu mendapatkan dua investor tambahan sebelum periode 90 hari tersebut berakhir. Kemudian, dia akan membayar $1.100 dolar kepada investor pertama dari $2.000 yang dia pungut dari investor kedua dan ketiga. Dia juga cenderung akan mendorong investor pertama untuk menginvestasikan kembali $1.000 tersebut. 

  3. Dengan mengambil uang dari investor baru, penipu tersebut mampu membayar pengembalian yang dijanjikan kepada investor awal, sehingga meyakinkan mereka untuk berinvestasi ulang dan mengundang lebih banyak orang.

  4. Ketika sistem makin berkembang, promotor perlu menemukan lebih banyak investor baru untuk bergabung dengan skema ini. Jika tidak, dia tidak akan mampu membayar pengembalian yang dijanjikan.

  5. Pada akhirnya, skema tersebut tidak dapat berlanjut dan promotor akan tertangkap atau menghilang beserta dengan uang yang ia simpan.


Apa itu skema piramida?

Skema piramida (atau penipuan piramida) beroperasi dalam sektor bisnis sebagai model yang menjanjikan pembayaran atau reward kepada anggota yang bukan hanya bergabung dengan skema tersebut, melainkan juga berhasil mendaftarkan anggota baru. 

Misalnya, promotor yang menipu menawarkan kesempatan kepada Alice dan Bob untuk membeli hak distribusi dalam sebuah perusahaan masing-masing senilai $1.000. Jadi, kini mereka dapat menjual hak distribusi tersebut sendiri, sehingga menghasilkan bagian dari setiap anggota tambahan yang berhasil direkrut. Kemudian, $1.000 yang diperoleh dari penjualan hak distribusi dibagikan dengan promotor dengan rasio 50/50. 

Dalam skenario di atas, Alice dan Bob harus menjual masing-masing dua hak distribusi agar mencapai titik impas karena mereka mendapatkan $500 per penjualan. Kemudian, beban menjual dua hak distribusi untuk mendapatkan kembali investasi awal diteruskan kepada pelanggan mereka. Skema ini pada akhirnya akan runtuh, karena diperlukan makin banyak anggota untuk melanjutkan prosesnya. Perkembangan yang tidak berkelanjutan dari skema ini menjadikan skema piramida ilegal.

Sebagian besar skema piramida tidak menawarkan produk atau jasa dan dikelola semata-mata oleh uang yang digalang dari perekrutan anggota baru. Namun, beberapa skema piramida mungkin tampil sebagai perusahaan multi-level marketing (MLM) sah yang dimaksudkan untuk menjual jasa atau produk. Namun, mereka biasanya melakukannya hanya untuk menyembunyikan aktivitas penipuan di belakangnya. Oleh karena itu, kebanyakan perusahaan MLM yang berlaku curang menggunakan model piramida. Kendati demikian, tidak semua perusahaan MLM menipu.


Ponzi vs. piramida

Persamaan

  • Keduanya merupakan penipuan keuangan yang meyakinkan korban untuk menginvestasikan uang dengan menjanjikan pengembalian yang tinggi.

  • Keduanya memerlukan arus masuk uang investor baru secara teratur agar berhasil dan tetap aktif.

  • Biasanya, skema ini tidak menawarkan produk atau jasa nyata.

Perbedaan

  • Skema Ponzi biasanya tampil sebagai jasa manajemen investasi. Peserta yakin bahwa pengembalian yang akan diperoleh merupakan hasil investasi yang sah. Penipu biasanya merampok dari satu orang untuk membayar yang lain.

  • Skema piramida didasarkan pada pemasaran jaringan dan mengharuskan peserta merekrut anggota baru untuk menghasilkan uang. Oleh karena itu, setiap peserta mengambil komisi sebelum meneruskan uang ke puncak piramida.


Cara melindungi diri

  • Bersikaplah skeptis. Peluang investasi yang menjanjikan pengembalian cepat atau tinggi dengan investasi minimal kemungkinan tidak jujur. Hal ini berlaku khususnya saat berinvestasi dalam sesuatu yang sama sekali tidak dikenal atau sulit dipahami. Jika tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, mungkin memang begitulah kenyataannya.

  • Waspada terhadap peluang yang tidak diminta. Undangan tak terduga untuk berpartisipasi dalam peluang investasi jangka panjang biasanya merupakan tanda bahaya.

  • Selidiki penjualnya. Entitas yang mempromosikan peluang investasi harus diselidiki. Penasihat keuangan, broker, atau perusahaan broker yang bereputasi baik akan terdaftar dan dipantau oleh badan pengatur yang sesuai.

  • Jangan mudah percaya. Lakukan verifikasi. Investasi yang sah seharusnya terdaftar secara legal. Tindakan pertama yang harus dilakukan adalah meminta informasi pendaftaran. Jika peluang investasi tidak terdaftar, penjelasan yang baik dan masuk akal harus diberikan. 

  • Pastikan Anda memahami investasi tersebut. Jangan menginvestasikan uang pada sesuatu yang tidak Anda pahami sepenuhnya. Pastikan untuk menggunakan sumber daya yang tersedia dan berhati-hatilah dengan peluang investasi yang dirahasiakan.

  • Laporkan. Setiap kali investor menemui skema piramida atau Ponzi, dia harus melaporkannya kepada pihak yang berwenang. Hal ini akan membantu melindungi investor lain agar tidak menjadi korban dari penipuan yang sama.


Apakah Bitcoin merupakan skema piramida?

Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa Bitcoin merupakan skema piramida yang besar, tetapi hal ini tidak benar. Bitcoin pada dasarnya adalah uang. Bitcoin adalah mata uang digital terdesentralisasi yang diamankan oleh algoritme matematika dan kriptografi. Bitcoin dapat digunakan untuk membeli barang dan jasa. Sama seperti uang fiat, mata uang kripto juga dapat digunakan di skema piramida (atau aktivitas lain yang terlarang), tetapi hal tersebut tidak berarti bahwa mata uang kripto atau fiat sendiri merupakan skema piramida.